Home » » Cerpen Menarik dibaca sekali duduk, Pesan Moral Menyentuh Hati

Cerpen Menarik dibaca sekali duduk, Pesan Moral Menyentuh Hati

Written By Bang Sarjoni on Senin, 24 Agustus 2015 | 08.44



Kejutan untuk Putri Kembar
Oleh: Repa Mustika


Udaranya yang sejuk, kicauan burung yang selalu menghiasi pikiran menjadi tenang, senang dan nyaman, ibarat tak ada lagi kesenangan di atas kesenangan. Suasana itulah yang Putri rasakan bersama kembarannya Pitri ketika beristirahat di bawah pohon jati menuju kebun nenek.
Put... di sini saja kita istirahat dulu yah, aku sangat capek!
Ah... Pitri kamu payah berjalan setengah kilo saja sudah capek, ya udah istirahat saja dulu! Balasnya.
Oh ya, Putri punya kejutan apa buat kakek di kebun? Tanya Pitri.
Jelas dong aku punya kejutan spesial buat kakek, kalau kamu? Tanyanya balik.
Kalau aku membawa bubur ketan kesukaannya, maklumlah gigi nenek sudah mulai rapuh.. hhhha. Balas Pitri sembari ketawa.
Ya sudah, ayo kita lanjutkan lagi perjalannya, sebentar lagi kita akan sampai di kebun nenek! ajak Putri.
Sebelum mereka berangkat ke kebun kakek mereka terlebih dahulu diberikan tantangan oleh Ayah dan Ibu mereka di rumah.  “Siapa di antara anak kembarku yang berhasil memberikan kejutan spesial buat nenek akan diberikan hadiah untuknya.” Kata Ayah.
Mendengar tantangan tersebut Putri dan Pitri berlomba-lomba membungkus kado spesial untuk nenek dan kakek di kebun.  
“Nenek...nenek...nenek...nenek...! teriaknya.
“Waduuuh... senangnya Kek, cucu-cucu kita datang lagi Kek.” Kata Nenek.
“Apa kabar nek, Kakek mana Nek?
“Sehat sayang, itu kakekmu lagi tidur di dalam, ayo kita masuk! Ajak nenek.
“Sudah berapa lama Kakek sakit Nek? Tanyanya lagi.
“Baru beberapa hari yang lalu. Oh ya, bagaimana kabar Ayah dan Ibu kalian di rumah? Tanya nenek.
“Sehat juga nek, sama seperti kami.” Jawab dari salah satu si kembar itu.
Sesekali Sang Kakekpun mengeluarkan suara batuk yang seakan-akan ada maunya.  “Cucuku... badan kakek terasa tidak panas lagi setelah mendengar suara kedua cucu kesayanganku.” Candanya. “Ah... Kakek lagi sakit masih juga bisa bercanda!
Hati Putri dan Pitri mulai bergetar setelah Kakek bangun. “Kakek mau oleh-oleh dari siapa yah”! bisikan sikembar dari dalam hati.
 Anak kembar itu saling menatap wajah, karena mereka sama-sama yakin bahwa kejutan mereka keduanya disukai oleh sang Kakek. “Kakek mau apa Nenek?” tanya anak kembar dengan serentak.
“Eh... jangan dihiraukan Kakek kalian berbicara, sudah tua masih saja seperti itu, pintar merayu jika ada keinginannya.” Balas Nenek sambil ketawa.
“Ahh Nenek... Kakek serius Nek? Balas Kakek sambil tertawa.
“Ya udah... kakek memang seperti itu. Jika melihat kami berdua membawa oleh-oleh pasti Kakek mengeluarkan sindiran halus.” Kata anak kembar itu.
Canda tawa pun terjadi ketika kedua putri kembar sudah tiba di gubuk nenek. Di kebun nenek sedang musim buah-buahan seperti nanas, jeruk, semangka, durian, mangga, strawberri dan masih banyak lagi  buah yang lain. Justru itu kami senang berlibur ke kebun nenek.
Mereka menikmati kebun indahnya kehijauan kebun nenek. Di sini semua keinginan terpenuhi seperti syurga dunia. Berbagai tingkah yang mereka lakukan, ada yang memetik strawberry, jeruk, nanas. Nenek dan kakek hanya tersenyum melihat cucu-cucunya yang bertingkah lucu itu.
 “Nek... apa yah oleh-oleh yang dibawa oleh cucu kita?” hhha
“Ah... kakek udah tua masih saja matre.” Jawab nenek dengan centil.
Meskipun nenek dan kakek umurnya sudah tua, tapi mereka masih berjiwa muda, romantis dan saling menyayangi.
***
“ Oh.. ya. kami berdua membawa oleh-oleh buat kakek dan nenek.”
“Oh.. ya! Jawab kakek terkejut.
“Ayo... kakek mau yang mana di antara oleh-oleh kami, pilih Kek!”
“hmmm.... yang mana yah!” sebenarnya kakek keduanya suka, tapi untuk kali ini harus menolak keduanya.
            “Ah... Kakek payah. Padahal Putri sudah susah payah membeli Cendol buat kakek dan Pitri sudah susah payah membuat bubur sendiri.” Jawab Putri dan Pitri sedikit kecewa.
            loh, kenapa kakek Nek. Tidak seperti biasa kakek menolak oleh-oleh dari kami.” Ujarnya dengan kesal.
Kakekpun terus tertawa, karena sebelumnya kakek dan nenek sudah dijanjikan oleh Ayah dan Ibu untuk menolak oleh-oleh dari kedua cucu mereka karena Ayah dan Ibu Si Kembar ingin memberikan kejutan buat Putri dan Pitri pada ulang tahun ke-8 tepat pada hari minggu.
 Mereka ingin berbeda dengan sebelumnya, untuk sekarang mereka merayakan ulang tahun anak kembarnya di kebun nenek, supaya ada kejutan baru buat anak kembar mereka. Sementara, kedua anak kembar itun pun tidak mengetahui bahwa Ayah dan Ibu mereka juga ikut ke kebun untuk merayakan ulang tahun mereka.
Ketika kedua anak kembar itu menangis disebabkan oleh-oleh mereka ditolak sang Kakek hingga hadiah dari Ayah dibatalkan. Kakek dan Nenek tersenyum saja melihat kedua cucunya menangis, karena di luar gubuk sudah datang Ayah dan Ibu mereka membawa hadiah ulang tahun yang telah dijanjikannya. Diam-diam terdengar suara, “Happy birthday to you sayangku, “Happy birthday to you sayangku, “Happy birthday to yousayangku,” kedua putri kembar itupun terdiam mendengar suara itu dan mereka heran bahwa Ayah dan Ibu mereka akan merayakan ultah mereka di kebun nenek. Mereka berhenti menangis dan langsung memeluk ayah dan ibu mereka di kebun nenek. Kakek dan Nenekpun tersenyum melihat keluarga kecilnya selalu penuh kejutan. 

0 komentar:

Posting Komentar