Home » » Pak Dien Syamsudin, Membingkai Dunia Damai

Pak Dien Syamsudin, Membingkai Dunia Damai

Written By Bang Sarjoni on Jumat, 15 Mei 2015 | 20.21

Satu kali hamba pernah bertemu dengan Pak Din Syamsuddin, yakni pada saat Lokakarya Perkaderan IMM di Jambi. Alhamdulillah hamba bisa berdiskusi dengan beliau.Durasi kehidupan terus maju, beliau menjadi ketua PP Muhammadiyah masuk dua periode, Ketua MUI, dan jabatan lainnya.Percaturan global bangsa-bangsa mengantarkan beliau ikut adil dalam membangun perdamaian dunia dalam lini toleransi beragama, peradaban, budaya dan kemanusiaan.

Dalam pergulatan dunia yang 'panas' dengan dimensi kapitalisme, hedonisme, glamorisme, individualisme, dan isme-isme lainnya, menjadikan dunia-dunia berebut menjadi yang paling 'hero', bahkan 'super-hero', maka sangat tidak berbanding lurus dengan etika-agama dan budaya yang menjadi latar belakang dimana manusia dilahirkan. Pergulatan dan perperangan di Timur Tengah, baik antarsuku, agama, sekte/paham, serta antarkelompok; penindasan atas nama agama dibeberapa negara eropa, afrika dan asia.

Kenyataan di atas, sangat dibutuh mediator, fasilitator, dan delegasi dengan misi damai. Misi damai itulah yang menjadi PR semua bangsa untuk menciptakan tatanan perdamaian global. Karena secara konkrit, potensi gesekan bisa disebabkan oleh berbagai latar belakang seperti perbedaan dusun, dusun berbatas sungai, antarsuku, antaragama, antargolongan, antaretnik, antarras, dan potensi perpecahan lainnya.
Semoga lewat Pak Din Syamsuddin, kita banyak belajar bagaimana ikut berperan aktif melakukan mediasi untuk perdamaian bangsa, baik di luar negeri maupun dalam negeri. 

Marilah kita menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah; yakni dengan mengedepankan dialog, komunikasi dan kompromi, tidak hanya dengan musyawarah saja; serta revitalisasi etika-agama dan budaya dalam membangun toleransi, perdamaian, peradaban dan kemanusiaan. Selamat kepada Pak Din Syamsuddin atas penghargaan Life time Achievement Award for Religion and Culture Development (Amugerah Prestasi dalam Bidang Pengembangan Agama dan Budaya. Yang merupakan penghargaan keempat di luar negeri, yang sebelumnya mendapat bintang anugerah tingkat satu dari kerajaan Yordania, Italian Star dari pemerintah Italia, dan Tokoh 1434 Hijriyah dari Pemerintah Negara Penang, Malaysia.
[Suluk Pedusunan 235, Irwanto Al-krienciehie]

0 komentar:

Posting Komentar