Home » » Putih adalah warna yang tak berwarna

Putih adalah warna yang tak berwarna

Written By Bang Sarjoni on Minggu, 17 Agustus 2014 | 01.44

SULUK PEDUSUNAN 182#
PUTIH = WARNA TAK BERWARNA
By :  Irwanto Alkrienciehie


Seorang KIyai DUSun (KIDUS) ditanya jamaah, "Kiyai, mengapa bapak selalu berpakaian putih2 saat beribadah?"

Kiyai tersenyum dan menjawab, "Karena putih itu warna tak berwarna."
Jamaah itu tidak bertanya balik maksud yang dikatakan kiyai, jamaah itu membiarkan dirinya bingung. Ia tidak paham maksud kalimat kiyai itu; apakah itu diksi dan redaksi diplomatis, politis, atau filosofis.
Jamaah itu memandang awan putih yang berarak di waktu sore, memperhatikan embun putih yang berlabuh di pagi hari, dan memperhatikan kain kafan putih yang dibungkus ke tubuh mayat.
Barulah jamaah itu sadar, bahwa warna putih itu adalah lembaran awal hidup yang harus tetap dipertahankan, karena bayi yang baru lahir itu di ibaratkan kerta putih yang kosong dari tinta dan warna; warna putih merupakan perjalanan hidup yang senantiasa tazkiyatunnafs supaya tidak diliputi 'lumpur' dalam mengarungi bahtera kehidupan, inilah yang mewakili awan berarak di kala sore dan senja; dan warna putih adalah akhir hidup yang akan dipersembahkan kepada Sang Penguasa Kehidupan, itulah simbol kan kafan putih yang dibungkus ke tubuh saat mati nantinya.
Jamaah itupun termenung. Ia membatin sendiri, "Hamba rasa sebab Kiyai selalu berpakaian putih2 adalah supaya disaat beliau di jeput El-Maut nantinya, kami tidak takut mendekati mayatnya dan tidak takut bersiarah ke kuburannya." Jamaah itu tersenyum sendiri.Kala melihat ribut2 masalah pemilu dan gontok-gontokan pendukung kandidat di televisi, barulah jamaah bertambah sadar, "Sebaiknya tidak terjadi ribut2 pemilu dan gontok2an antarpendukung, apabila ada yang membawa bendera 'putih' sebagai tanda damai."Putih = warna tanpa warna = damai.

0 komentar:

Posting Komentar