Home » » DAMAI = HENING + TEDUH + SENYUM (By. Irwanto Al-Krienciehie)

DAMAI = HENING + TEDUH + SENYUM (By. Irwanto Al-Krienciehie)

Written By Bang Sarjoni on Kamis, 07 Agustus 2014 | 03.28


SULUK PEDUSUNAN 168


Tinggal di dusun yang riuh-rendah angin dan keteduhan pepohonan hijau, serta senyum simpul warga dusun pada siapapun yang ditemui, seperti semut yang saling sapa-menyapa setiap berpapasan, baik dikenal maupun tidak orang yang lewat di sampingnya.

Kehidupan kota dengan hingar-bingar persoalan ekonomi, politik, sosial, budaya, hukum, keamanan dan ideologi, menjadikan warga kota sibuk dengan persoalannya masing2, tidak sempat saling menyapa, tidak menganggap perlu saling membantu, dan sangat mahal harga senyum. Sebab harga diri (pribadi) lebih mulia dari pada harga persaudaraan dan pergaulan, sehingga hidup teropsesi dengan time is money (waktu hanya untuk memburu uang), dan pergaulan hidup antara tetangga adalah siapa loe dan siapa gue, serta masa bodoh dengan persoalan masyarakat dan lingkungan.

Kota dunia lainnya pun demikian; di Gaza bersimbah airmata, diliputi duka, bersabung nyawa dan berkadung derita. Harga diri dan nafsu angkara begitu tinggi melewati batas kemanusiaan penduduk kolong langit, sehingga dengan mudah peluru, bom, rudar membombardir warga yang lemah tak berdaya;

Di belahan negara lain pun 'marwah' suku, dinasti, paham agama, aliran, sekte, firqah dan organisasi menjadi alasan untuk memusnahkan lawan politik dan mencabut nyawa manusia lain tanpa prikemanusiaan;
Masih di planet bumi ini juga, gerakan/harakah yang ber'action' sebagai 'juru selamat' beraksi dengan membawa panji Syahadat, jargon daulah dan khilafah serta jihad fi sabilillah.
Sebagai orang awam di dusun sangat bingung; apakah ini yang dipesan Rasulullah Saw doeloenya, bahwa diakhir zaman marak fitnah! Sehingga tidak bisa dibedakan antara 'juru selamat' dengan perilaku 'dajjalisme'; antara ulama dengan politikus; antara cendikiawan dengan praktisi politik; antara pegawai dengan juru kampanye tim sukses; antara ustadz dengan selebritis, pelacur dengan penjual jasa seks komersil dan simbolisme profesi lainnya.
Damai adalah suasana kebatinan yang hening, dari keheningan munculnya pernyataan dan perilaku yang teduh, dan perilaku yang teduh akan terpancar senyum yang indah.

0 komentar:

Posting Komentar