Home » » Tawakal Burung-Burung (Irwanto Alkrienciehie)

Tawakal Burung-Burung (Irwanto Alkrienciehie)

Written By Bang Sarjoni on Sabtu, 15 Februari 2014 | 09.18

Bagi hamba yang tinggal di dusun, burung2 adalah sahabat karib yang saling menghargai dan menghormati. Hamba tidak pernah mengusik komunitas burung apalagi sampai membuat burung2 punah.Sinyal LANGIT mengajarkan pada hamba dan orang2 dusun lainnya. Bahwa burung2 adalah SIMBOL makhluk Allah yang tawakal dalam segala suasana yang meliputi hidupnya. BURUNG2 tidak pernah marah ketika manusia "ganas" memburunya dengan senapan; tidak bersedih apabila manusia "serakah" memperdayanya dengan cara memikat dan "mempenjarakannya" dalam sangkar yang bagus, lalu dijual di pasar; burungpun tidak "mengutuk" manusia yang memperlombakan suara merdunya saat ia "dipenjara" di sangkat indah.

Begitulah BURUNG2; mereka pergi pagi dengan perut keroncongan tapi tetap mengalunkan riuh-rendah kicauan ZIKIR IKHTIARnya, mereka menggais rizki dengan ikhtiar sendiri tanpa mengiba pada belaskasihan manusia, lalu makanan diberikan pada anak2nya. BURUNG2 selalu berkicau sebagai simbol ZIKIR berpanjangan dalam suasana apapun. Dan seluruh makhluk mendapatkan kicauan merdu tanpa bayar, walaupun saat itu burung sedang tanpa sebutir makanan di perutnya. BURUNG2 memang ikhlas tanpa menuntut BALAS. BURUNG2 sangat TAWAKAL dalam segala hal! BURUNG2 tidak pernah gantung diri karena tidak makan; TIDAK PERNAH membunuh anak2nya karena tidak tersedia makanan; dan, tidak pernah mengajak komunitasnya untuk "demo" karena pohon2 ditebang hingga "rumah" (sarangnya) hancur (tergusur).

INGATLAH! BURUNG pernah menjadi "delegasi" (utusan) sekaligus intelijen Nabi Sulaiman untuk mengetahui kekuatan Ratu Belqis. Dan BURUNG pun pernah mengajarkan QABIL cara menguburkan HABIL yang telah dibunuhnya. TAWAKAL BURUNG2 adalah pelajaran berharga bagi hamba2 yang ber-UNTUNG!

0 komentar:

Posting Komentar