Home » » Sinopsis Novel Mu'allaf Cinta (Oleh: Elherianto Al-krienciehie)

Sinopsis Novel Mu'allaf Cinta (Oleh: Elherianto Al-krienciehie)

Written By Bang Sarjoni on Senin, 10 Februari 2014 | 17.10

Dipenghujung musim kemarau tahun dua ribu empat pada sebuah taman kota salah satu kota besar di pantai barat sumatera. Di sanalah Harry, seorang mahasiswa asal dataran tinggi kerinciuntuk pertama kalinya bertemu dengan Melani anak pengusaha kaya daerah itu, seorang pengusaha WNI keturunan yang sukses. 

Hari-hari berikutnya adalah hari yang mengasyikkan bagi mereka berdua. Entah disengaja atau tidak, yang jelas hubungan mereka teruslah berlanjut dan berlanjut. Sebagai seorang anak muda yang aktif Harry sempat berkenalan dengan jamaah “ gerilya ‘ yang terkenal dengan dakwahn nya yang lembut itu. Dan melalui seorang dosen nya Dia juga sempat berkenalan dengan organisasi islam fundamental yang akhirnya bergabung dan beguru pada ustadz Haqqi, seorang yang bersahaja namun punya wawasan yang luas dan hati yang teguh dalam balutan aqidah yang luhur.
 
Hubungan Harry dan Melani berjalan baik-baik saja dalam merajut hari-hari mereka berdua. Ketika Ia berguru pada sang ustadz, Ia banyak menerima petuah, fatwa dan nasehat-nasehat beliau tentang hidup dan kehidupan ini. Tapi dluar sana Dia “ bebas” berinteraksi dan “bermesraan” dengan Melani dalam bingkai diskusi dan curhat. Dimata Harry, Melani bukan saja anak orang kaya yang “aneh” tapi juga sosok seorang wanita yang tegar dan berpendirian teguh. Hubungan mereka berdua berjalan terus dalam selimut suka duka dan warna warni hidup, meskipun orang tua Lani tidak menyukai Harry yang mahasiswa”kere”.

Alangkah hancur dan luluh lantaknya perasaan Melani ketika mengetahui bahwa wanita cantik, berjilbab dan ramah yang ditemui nya di kost Harry adalah pumisan dan sekaligus istri Harry. Ia kecewa bahkan sangat kecewa bahwa Harry telah mengkhianatinya bahwa Harry pulang kampung untuk menjenguk mamak nya yang sakit adalah bohong belaka, ternyata Dia pulang kampung untuk menikahi anak mamak nya itu. Setelah pertemuan mereka yang terakhir di taman kota Melani jadi pemurung, murayung dan suka menyendiri. Ia lebih banyak menghabiskan hari-harinya bersama teman-teman kecilnya di Panti asuhan Bundo Kandung di penggir kota. Sejak saat itu kontak antara Melani dan Harry benar-benar putus.
Sampai suatu hari di rumah sakit Harry didatangi ustadz Haqqi, ibu dan ayah Lani mereka mengabarkan bahwa melani mengalami kecelakaan ketika bertamasya ke Bukit Tinggi bersama anak panti asuhan dan sekarang lagi opname. Saat itu Puti istri Harry juga sedang dirawat di emergency roomkarena pendarahan saat melahirkan.
Rasa iba, sedih sayang dan bingung menderu deram di dada Harry ketika melihat Melani berbaring tak berdaya dengan wajah yang pucat dan terlihat agak kurus. Lani dikerubuti selang-selang infus dan oksigen ditubuh nya. Dengan segenap harapan dan memohon dengan sangat Harry menadahkan tangan bermunajat pada sang yang Maha cinta agung agar Melani diberi kehidupan dan kekuatan untuk menjalani hari-harinya kelak. 
Air mataku kembali berlinangan semakin berat rasanya aku menjalani hari – hari ini tanpanya namun apalah daya takdir berkata lain. Aku kembali terhanyut dengan kenang – kenangan bersamanya dikampungku dulu semasa kami masih sekolah. Begitu indah tapi kenangan hanyalah kenangan hanya untuk dikenang.

***


0 komentar:

Posting Komentar