Home » » Searching the meaning of life (Mencari makna Hidup)

Searching the meaning of life (Mencari makna Hidup)

Written By Bang Sarjoni on Minggu, 16 Februari 2014 | 09.32

Loh… bukannya kita sudah hidup jadi ya sudah jalani saja. Tapi dipikr-pikir gak bisa juga begitu, karena kita sudah hidup makanya kita harus berpikir kenapa kita hidup, untuk apa kita hidup dan banyak lagi segudang pertanyaan yang muncul dibenak kita. Ia kan…? Haadoow kadang-kadang kita pusing dibuatnya. Oea… ada sebuah istilah yang cukup familiar ditelinga “makan untuk hidup” bagi kita yang hidup, hidup itu untuk makan atau makan untuk hidup sih? heheehehe,,, nah lo,,, bingung kan lo jawabnya. Yah, memang jika kecerdasan spiritual kita lemah dan pisau analisa kita kurang tajam dalam menerjemahkan hidup ini yah… kadang-kadang kita jadi gampang terkontminasi dengan arus kehidupan yang identik dengan hedonism pragmatism dan materialism. Ia gak…. Wah keyen kan bahasa gue. Makanya, lo sekolah donk biar bisa pake bahasa ilmiah kayak gue. 

Oea ngomong-ngomong soal sekolah kan gak jauh tuh sama yang namanya masalah pendidikan. Nah kabar terakhir nih yang gue denger Index pembangunan Manusia Indonesia menurut data tahun 2010 berada pada urutan 116 dan apesnya lagi kita masih juga dibawah Malaysia,Thailand apalagi Singapura yang emang udah jelas-jelas jadi Macan Asia bersama China dan negara Jepang.. oooow How poor you are my Indonesia hehehe… Instansi pendidikan kita yang masuk kategori berkualitas tingkat dunia hanya UI (Universitas Indonesia) itupun urutan 201 temen-temen, wah jauh bgt yah… di tingkat regional aja kita masih susah bersaing apalagi ditingkat global. Kapan yah kampus-kampus kita bisa compit sama kampus sekelas Harvard University? woooow that’s a big dream guys. But why not…? Bisa kok asal kita mau kerja keras dan gak lemah syahwat dalam menuntut ilmu. Nah… sekarang permasalahannya adalah gimana kita menstimulus minat baca kita supaya bisa menyamai negara-negara tetangga kita nih. 

Minat baca di Indonesia ini memang masih sangat rendah disbanding dengan Negara lain seperti Malaysia, China and Jepang. Tulisan ini aja saya ragu apa dibaca atau ga’ sama teman-teman he he… Kalau mas Darwin, itu tuh sodaranya Nietzche,, Filsuf terkenal yang bilang Tuhan udah mati. Dalam diktumnya yang terkenal “The survival of the fittest” tau gak artinya apa? ….. pikir-pikir lagi,… udah dapat? Hmmm… pasti lo bingungkan? Artinya adalah yang kuatlah yang menang dan yang mampu bertahan hidup. Yang kuat? Apakah itu berarti hukum rimba yang berlaku? Satu sisi memang benar, tapi kuat disini kita interpretasikan dengan knowledge dan skill yang dimilikinya. Itulah difinisi kekuatan dalam konteks kekinian. 

Kemudian gak hanya itu daya saing kita juga bisa ditunjang dengan karakter dan jati diri kita yang kuat artinya apa? Bahwa kita harus mampu mempertahankan nilai dan prinsip dasar bangsa kita dengan tidak terkontaminasi dan dijajah oleh budaya asing,, artiny apa fren… globalisasi sah-sah aja tapi karakter dasar kita gak kan pernah dijajah sama budaya luar. Ambil yang positif sebagai konsumsi keseharian kita dan reject yang negative he he… senyum dulu dunk jangan berkerut jidat gitulah bro… lalu kenapa oang gagal dalam menjalani kehidupan? Karena banyak orang yang tidak mengerti arti hidup. 

Lalu apa hidup itu? Betapa banyak orang mengatakan bahwa hidup adalah pilihan. Apakah hidup itu adalah pilihan? Lalu bagaiamana dengan orang yang tidak memiliki pilihan dan tidak memilih? apakah dia tidak hidup? dan pertnayaan saya yang selanjutnya adalah, apakah anda selalu dihantui dengan banyknya pertanyaan-pertanyaan yang seperti ini dalam menjalani hidup anda? Saya yakin jawaban anda adalah ya,,, ketika anda menjalani hidup ini dengan sadar. Jika anda tidak ingin dihantui dengan pertanyaan-pertanyaan ini, maka jalanilah hidup anda dengan banyak bersyukur kepada Allah dan selalu istiqomah. Allah sudah menjamin rezeki kita dan Allah menjamin kehidupan kita yang lebih baik jika kita selalu berjalan diatas aturan yang sudah di buat Nya. selamat berjuang …Keep Spirit. Penulis: Mardanus, S. Pd

0 komentar:

Posting Komentar