Home » » Cerpen - *SWEET 17* (By. Pophy Santika Stefkivers)

Cerpen - *SWEET 17* (By. Pophy Santika Stefkivers)

Written By Bang Sarjoni on Sabtu, 15 Februari 2014 | 22.11

Apalah arti cinta bagi remaja seusia ku?  Hmmm,aku sama sekali tak mengerti apa itu cinta.   Aku melihat teman-teman ku yang sudah pernah pacaran, aku rasa mereka sering sakit hati dan disetiap ada masalah mereka slalu bertengkar, menangis lalu putus. Apa itu yang dikatakan cinta? Entahlah aku tak mengerti.  Aku sering menjadi pendengar yang baik buat sahabat ku yang lagi ada masalah sama pacar nya.
“Ca, qmu bneran blum mau pacaran?”
            “Iya, emanknya knpa, masbuloh?”
            “Ya nggak sih, rugi loh kamu nggak pacaran, SMA itu masa-masa yang indah”
           
Aku terdiam mendengar kata teman ku tadi, aku sebenarnya pengen rasain gimana sih rasa nya di cintai dan mencintai? Aku memang pernah jatuh cinta, tapi aku belum pernah pacaran. Aku takut pacaran, karena aku selalu menganggap semua cowok itu sama saja, sama-sama pembohong dan playboy. Aku tau nggak semua cowok seperti itu,mungkin di antara 100 hanya 10 orang yang nggak seperti itu.
           
Aku adalah oarang yang sulit untuk jatuh cinta.  Bukan nya aku pemilih, aku sama sekali nggak pemilih.  Aku nggak pernah mandang cowok dari kendaraan nya, mau motor matic, vixion, mobil, terserah aku nggak peduli dengan kekayaan orang tua nya. Aku melihat seseorang dari tingkah laku dan hati nya.
           
Caca, qmu pernah suka nggak sama seseorang?” suara feny membangunkan ku dari lamunan ku
           
Aku memang jarang menceritakan tentang perasaan ku sama teman-teman ku, aku lebih suka menceritakan semua nya sama buku diary kesayangan ku.
           
Pernah”
           
Siapa sih orang nya? Jd penasaran nih”
           
Hmm kasih tau nggak ya??”
           
Kasih tau donk”
           
Iya deh, dulu waktu SMP, aku pernah suka sama teman sekelas ku namanya Noga.”
           
Terus-terus gimana lagi, dia suka nggak sama kamu?”
           
Mana aku tau dia suka or nggak sama aku, aku kan nggak pernah bilang sama dia klo ku suka sama dia. dan kamu orang pertama yang tau kalo aku pernah suka sama teman SMP ku”
           
Terus sekarang kamu masih suka sama dia?”
           
Kamu kepo banget sih, hehe  nggak lah, aku kan udah lama nggak ketemu dia.”
           
Terus sekarang kamu suka sama siapa?”
Aku terdiam mendengar pertanyaan dari sahabat ku itu. Dulu aku memang pernah suka sama teman smp ku, mungkin itu yang di katakan cinta monyet. Sekarang memang aku lagi suka sama seseoarang, dan memang sekarang aku dekat sama dia, tapi kedekatan ku ini hanya sebagai teman, nggak lebih. Karena kau tau dia tidak pernah suka sama aku.

“Kapan-kapan aja aku kasih tau kamu”
            “Yah caca, nanggung nih ceritanya”
            “Feny sayang, ibarat sinetron ni yah, ada jeda iklan nya dulu, biar semakin penasaran hehe”
            “Iye iye deh,, apa kata lu aje”
            “Dah yuk masuk, bel nya dh bunyi tuh”

            Di saat belajar di kelas, rasanya aku selalu pengen melihat di luar kelas berharap ada seseorang yang lagi duduk di sana, biasa nya dia selalu nongkrong di depan kelas nya.
            Pelajaran steno grafi ny
a sudah dimulai, steno grafi adalah pelajaran kesukaanku, meskipun teman-teman ku bilang steno grafi itu pelajaran yang sangat-sangat rumit, tapi, bagi ku nggak. Sukai guru yang mengajar, pelajaran apapun yang diajarkan pasti mudah diserap oleh otak. Seperti yang aku lakukan.
           
            Malam harinya, seperti biasa setelah mengerjakan PR aku selalu curhat sama diary kecil ku
“Dear diary...
Aku mencoba merangkai kata tentang perasaan ku yang terpendam, betapa pedih nya hati ini dalam rasa yang terpendam, ingin rasanya aku ungkapkan, tapi apalah daya bibir ku kelu saat di dekatnya, jantungku bergetar saat melihatnya.  Aku tak mengerti entah sampai kapan rasa ini akan ku pendam.  Rasa ini seolah-olah membunuh ku perlahan-lahan, ingin aku utara kan, tapi aku tak mampu.”
            Keesokan hari nya, disaat aku bangun tidur, aku melihat di hp ku sudah ada pesan dari seseorang.
            “Tumben dia sms pagi-pagi gini”
            Aku kaget membaca sms itu, dia minta tolong sama aku bikinin surat izin buat dia, dia nggak bisa datang ke sekolah, karena dia sakit.
Di sekolah hari-hari ku terasa sepi tanpa kehadiran dia. Di sekolah aku memang nggak pernah ngobrol sama dia, biasa nya setiap pagi dia slalu nongkrong d
i depan kelas nya, tapi hari itu dia nggak datang aku merasa ada yang kurang.
            4 mei 2013 aku memberanikan diri ku untuk menjenguk dia di rumah sakit, aku nggak sendirian datang kesana, aku ditemani sama saudara sepupuku.  Aku nggak tau kenapa aku berani banget datang kesana, dan jujur saja itu pertama kali aku ketemu sama keluarga nya. Aku rasa aku sama dia cuma temanan, jadi kenapa harus malu?
 Menjenguk orang sakit kan termasuk perbuatan terpuji. Hehe
            Keesokan hari nya aku ke sekolah seperti biasa, dan aku menceritakan sama teman ku, dan sekarang mereka sudah tau siapa orang yang aku suka. Mereka kaget, caca yang orang nya pendiam dan pemalu berani menjenguk seseorang yang sedang sakit, teman-teman ku pada heran.
            Beberapa bulan kemudian, aku tau dia sudah punya pacar, aku sebagai teman merasa senang, karena doa ku di kabul kan.  Aku memang selalu berdoa smoga dia s
egera punya pacar. 
            Sakit memang sakit saat aku tau semua itu, tapi aku lebih sakit hati karena aku tau dari saudara ku, bukan dari dia langsung.  kenapa dia nggak bilang sama aku kalau dia sudah punya pacar?  Aku  memang masih komunikasi sama dia, tapi aku mulai menjaga jarak.
            “Ca, kamu dah jadian sama denis?” ya nama nya denis
            “Ya nggak lah, aku nggak mungkin jadian sama dia, karena aku belum mau pacaran”
            “Terus, kapan kamu mau pacaran?”
            “Nunggu tamat sekolah dulu,”
            “Waduuuhh lama banget, kita ja baru kls XI masih satu tahun lagi, kamu yakin kamu bisa nggak pacaran sbelum tamat sekolah?”
            “Insya allah”

            Aku memang belum mau pacaran sebelum tamat sekolah, karena dulu waktu masih kecil ayah ku selalu bilang; “Kalo mau pacaran umur 17 tahun, umur 17 tahun, kamu sudah mengerti dan kamu sudah dewasa”. Dan aku bilang “Iya ayah”, “kamu janji ya sama ayah, nggak boleh pacaran sebelum umur 17” “iya ayah aku janji sama ayah,”  itu lah alasan ku knapa aku selalu menolak setiap ada yang nembak.
            Itu sebab nya
knapa Setiap cowok yang mencoba mendekati aku, selalu aku anggap kakak dan sahabat. Karena aku takut, aku takut perasaan ku tumbuh, aku takut nanti aku malah semakin suka sama kakak-kakak dan sahabat kuitu, dan aku jadi lupa sama janji ku. Aku nggak mau ingkar janji, aku pengen membuat orang tua ku bangga sama aku, aku adalah anak pertama dan cucu pertama di keluarga ku. Beban ku sangat berat, aku harus menjadi contoh yang baik untuk adik-adik ku.
            Semua yang datang mencoba mendekati aku, sekarang mereka menjadi kakak dan sahabat ku, meskipun sebenarnya di
antara mereka ada yang aku suka, aku akan tetap menganggap dia kakak dan sahabat ku.
            “Ayah, sbentar lagi aku ultah yang ke 17, berarti boleh pacaran donk?”
            “Iya nak, kamu mau hadiah apa?”
            “Aku sih nggak butuh hadiah yang mahal sama ayah, aku
cuma minta doa biar aku selalu diberi kesehatan, dan bisa mebahagiakan ayah sama ibu”
            “Itu sudah pasti sayang, bneran ni nggak mau hadiah?”
            “Iya ayah, ultah ku yang ke 15 ayah udah beliin aku motor, ultah yang ke 16 ayah beliin aku printer, masa yang ini minta hadiah lagi kan aku udah gede sekarang, jdi nggak perlu hadiah lagi”
            “Ayah bangga sama kamu nak, ayah sayang sama kamu”
            “Aku juga sayang sama ayah”

            Ayah adalah orang tua juga sahabat bagi ku, aku memang lebih dekat sama ayah ku dari pada ibu. Karena ayah lebih ngertiin aku dari pada ibu ku. Biasa nya anak perempuan lebih dekat dengan ibunya, tapi aku, aku lebih suka dekat dengan ayah. Ayah tak pernah lupa sama ultah ku, kalo ibu, jangan pun ultah ku, ultah beliau sendiri ja sering lupa. Hehehe

            Tak terasa hari yang di tunggu-tunggu pun tiba, tepat 1 maret pukul 00.00 aku melihat di layar hp ku 2 panggilan tak terjawab dari denis, 5 pesan masuk dari denis yang isi nya ngucapin selamat ulang tahun buat ku. Aku pun membalas sms dari denis
“Thanks yah denis, kamu orang pertama yang ngucapin”
“Iya sama-sama smoga aku bisa menjadi orang pertama dalam hidup kamu”
“Maksud nya apa?”
“Nanti kamu pasti tau kok, sekarang kamu lanjut lagi tidur nya, masih jam 1 tuh.”
“Iya dh, q tdur lagi yah”
            Pagi harinya aku datang kesekolah seperti biasa. Tiba-tiba hp ku bergetar ternyata ada sms dari denis.
“Ca, nanti aku mau ngajak kamu makan malam, boleh nggak?”
 “Haaa, klo pacar kamu tau gimana? Aku nggak mau dia salah sangka”
“Nggak dia nggak bakalan tau kok, gimana kamu mau nggak?”
“Iya deh, jam berapa?”
“Jam 7 aku jemput kamu”
“Oke aku tunggu”
            Aku senang banget diajak makan malam sama denis, tapi aku takut pacar nya salah faham. Jujur aku masih ada perasaan sama dia, tapi aku selalu memendam nya, aku nggak mau dia tau.
Ini pertama kali aku diajak makan malam sama cowok, dan yang ngajak aku adalah cowok yang udah lama aku suka.
            Jujur saja aku sangat grogi, dan jantung ku tak henti-henti nya bergetar.
“Ca kita duet yuk”
 
           Di cafe itu setiap malam minggu ada band yang selalu menghibur pengunjung. Aku pun tidak menolak ajakan denis. Kami bernyanyi besama di panggung yang telah di sediakan khusus untuk pertunjukan.
lagu yang kami pilih berjudul heart to heart
cowok : cinta ku telah memilih dia yang sangat aku impikan namun kini dia tlah pergi kau hadir dalam hati ku
cewek : sungguh aku menyadari tak kan mampu mengganti diri nya bukan aku tak mengingin kan mengisi ruang hati mu
#reff  cwo dan cwe => from heart  to heart kau memohon kepada ku demi kasih yang selalu kau berikan luluh kan ku hingga diri ku menyerah tempatkan lah aku disisi mu
Cwek : kini sudah kau dapatkan aku untuk pendamping diri mu  aku hanya mengharapkan mu mengerti kekurangan ku

#reff   => from heart to heart kau memohon kepada ku demi kasih yang selalu kau berikan luluh kan ku hingga diri ku menyerah tempatkan lah aku disisi mu

            Semua orang yang datang di cafe malam itu bertepuk tangan. Ada yang bilang kami romantis.
            Aku senang banget malam ini, malam ini adalah malam yang paling istimewa sepanjang sejarah hidup ku. Di hari ultah ku yang ke 17  bagi ku ini adalah kado yanng paling istimewa. Ini adalah hal yang paling romantis yang pernah aku rasain. Duet sama seseorang yang sangat istimewa dalam hidup ku, dia telah mewarnai hari-hari ku.  Waktu menyanyi tadi, sesekali kami saling menatap mata dan tersenyum. dan waktu reff nya dia memegang tangan ku, dan menatap mata ku sambil tersenyum.
            Aku nggak mungkin bisa melupakan malam ini.
“Suara kamu bagus juga yh den” aku memuji denis
“Akh, biasa aja, suara kamu juga bagus, gimana? Kamu senang nggak malam ini?”
“Iya den, makasih yah, aku senang banget, ini adalah kado terindah di ulang tahun ku yg ke 17. Sweet 17 ku”
“Iya sama-sama, o iya aku hampir lupa” denis mengeluarkan sesuatu yang berbentuk kotak kecil, aku nggak tau itu apa.
“Ini apa den,?”
“Buka saja”
“Kalung? Ini buat aku?” denis hanya mengangguk tersenyum.  denis ngasih aku kalung berliontin love.
Maksudnya apa? Aku tak mengerti aku memang dari dulu pengen kalung itu. Tapi dari mana denis tau kalo aku dah lama pngen kalung itu
“Kamu suka?”
“Iya aku suka banget makasih ya den, aku sudah lama pengen kalung ini, btw dari mana kamu tau aku suka kalung itu?
“Itu nggak penting, sini aku pakein” denis memasangkan kalung itu di leher ku. Lagi-lagi denis memberiku kejutan.
“Ca, kok kamu b’ngong? Kamu lagi mikirin apa?”
“ngg ngg nggak kok, nggak lg mikirin apa-apa”        
Aku nggak tau harus memulai dari mana, aku gugup, lidah ku kaku.
“Denis, kok tumben kamu ngajak aku makan malam?”
“Ini kan hari ultah kamu, aku pengen kamu bahagia malam ini, aku pengen malam ini menjadi malam istimewa buat kamu”
            Denis menatap mata ku dan memegang tangan ku. Aku semakin gugup tangan ku menjadi dingin dan berkeringat.
“Ca, sebenarnya aku sudah lama ingin mengungkapkan semua perasaan ku sama kamu, tapi aku tak berani, karena kamu selalu bilang kamu nggak mau pacaran sebelum usia 17 tahun. Malam ini usia mu sudah 17 tahun. Aku memberanikan diri ku untuk mengungkapkan nya. Aku sudah lam
amemendam perasaan ku, sekarang aku sudah nggak kuat terlalu lama memendamnya karena aku selalu sakit hati setiap melihat kamu ngobrol sama cowok. ”
            Denis, sebenarnya aku juga sakit hati melihat kamu ngobrol sama cewek, tapi aku tak berhak untuk cemburu. Aku bergumam dalam hati agar denis nggak tau aku juga sakit hati. Aku juga merasakan betapa sakit nya cinta terpendam.
“Tapi den, gimana sama rika kamukan sudah punya rika?”
“Aku sama rika sudah putus,sebenarnya aku nggak suka sama rika, rika yang nembak aku, aku nggak tega untuk menolak nya, aku nggak sayang sama rika, aku selalu tertekan, dia selalu mengatur-ngatur aku”
            tiba-tiba seorang cewek datang dan menampar denis.
“Oohhh jadi ini alasan kamu mutusin aku? jadi selama ini kamu nggak cinta sama aku?”
“Maafkan aku rika, aku terpaksa berpura-pura mencintai kamu, karena aku nggak mau kamu s
akit hati”
“Aku lebih sakit hati
, karena aku baru tau semua nya sekarang, knapa kamu nggak jujur saja dari dulu? Kamu tega denis, kamu jahat, lebih baik kamu sakiti aku dengan kejujuran mu, dari pada kamu membahagiakan ku, dg semua kebohongan mu, dan kamu caca kamu telah mengambil denis dari aku, aku benci kalian semua”
            Rika pergi meninggal kan kami di cafe itu, aku berusaha mengejar rika, dan menjelasin semua nya.
“Rika tunggu, aku bisa jelasin sama kamu” aq menarik tangan rika
“Nggak ada yang bisa dijelasin, semuanya sudah jelas, denis sukanya sama kamu, bukan sama aku lepasin tangan aku”
“Nggak aku nggak akan lepasin, sebelum kamu d
engarin aku”
“Udah lepasin” Rika memberontak dia berlari menjauhi aku
“Rikaaaaaaaaaaa awaaaaaaaaaaaaaaaaaaaassssssssssss”
Aku berlari dan  mendorong rika bruuuuukkkk tabrakan pun tak dapat di hindari.
tubuh ku terhempas.
“Caca kenapa kamu mau menolong aku? Aku sudah marah-marah sama kamu” rika menangis, dia menyesal atas apa yang dia lakukan
“Caca, rik, rika, caca kenapa?” denis marah sama rika
            Sweet 17 yang aku tunggu-tunggu selama ini ternyata menjadi usia terakhir ku. Kalung yang di berikan denis barusan kini telah putus, liontin nya hancur. Aku nggak tau apa yang terjadi sama diri ku. Aku melihat semua orang menangis dan memeluk tubuh ku yang masih berlumuran darah.
           
Aku dibawa kerumah sakit, kata dokter semua sudah terlambat.  Rika merasa bersalah karena aku meninggal demi menyelamatkan nyawa nya. Denis tak henti-henti nya menangis. Ibu dan ayah ku datang kerumah sakit. Ayah marah sama denis
“Semua ini gara-gara kamu, anak ku meninggal gara-gara kamu, kalo kamu nggak mengajak dia keluar, semua ini nggak akan terjadi”
“Maafin saya om, aku tau ini salah ku, aku minta maaf om” Denis menangis dan bersujud di kaki ayah
“Kamu pikir dengan kata maaf caca bisa hidup lagi?”
            Tiba-tiba ibu ku pingsan. Ibu di bawa keruang rawat oleh dokter.  Denis putus asa, dia merasa semua ini salah nya.
“Caca aku sudah lama menunggu kamu, sudah lama ingin ku ungkapkan perasaan ku sama kamu, tapi, kenapa, kenapa di saat waktu yang tepat untuk aku ungkapin perasaan ini, Allah malah mengambil kamu dari aku. Aku nggak mau pisah sama kamu ca, aku nggak bisa tanpa kamu, lebih baik aku mati dari pada aku harus hidup tanpa kamu di sisi ku aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa bruuuuuuuuuuuuuukkkkk.”
Denis melompat dari gedung rumah sakit. Dan akhir nya denis meninggal dunia. Keesokan hari nya aku dan denis dimakam bersebelahan. Adik caca yang masih kecil melihat caca dan denis memakai pakaian putih , adik nya menghampiri mereka.
“kakak?,  kak mau kemana kita pulang yuk”
“nggak sayang, disini sudah bukan rumah kakak lagi”
           
Aku dan denis tersenyum, sambil berjalan menyusuri cahaya.
Sengaja kutulis cerita ini dari alam yang berbeda, agar kalian semua tau akan tulusnya arti cinta, dan  jika kalianmencintai seseorang jangan lah kalianmenyimpan ataumemendam nya. Seperti yang terjadi dengan cintaku, kalau kalian terlalu lama memendam, nanti kalian malah menyesal, tunggulah waktu yang tepat untuk mengungkapkannya, ketika memang sudah terbersit kata untuk memiliki seutuhnya, bukan hanya sekedar permainan. Dan ternyata keindahan cinta kami di alam yang lain jauh lebih indah ketimbang cinta di dunia ini, karena selamu ini aku terjaga dari gila nya syahwat dan dari godaan maksiat. Ingat pesan cinta kami dari alam yang berbeda ini, jika memang cinta, maka jangan pernah mengotori cinta kalian dengan perbuatan maksiat, agar cinta itu bisa abadi untuk selamanya.

Wassalam

Penulis: Popi Rera Santika  - Siswa SMK N 2 Kerinci. 

0 komentar:

Posting Komentar